Istilah atau program pesantren kilat atau Pesantren Ramadhan biasanya marak digelar selama Bulan Ramadhan, utamanya di Indonesia. Hal ini pula yang terjadi di SDN 2 Tuko pada tahun 2022 ini. Pesantren kilat atau yang biasa disingkat Sanlat ini merupakan kegiatan pesantren yang diadakan dalam kurun waktu yang singkat. Sanlat diadakan dengan tujuan memberi ruang untuk anak agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan suasana yang tenang, menyenangkan, dan bermanfaat. Lewat sanlat, anak-anak bisa belajar untuk bisa menjalankan ibadah puasa dengan tepat, mendapatkan banyak ilmu agama dan karakter, hingga mengindarkan dari hal-hal kurang bermanfaat seperti bermain handphone atau menonton televisi. Materi di dalam sanlat biasanya akan mengajarkan anak-anak untuk mengenal Agama Islam secara mendalam. Banyak orang tua yang sudah mulai peduli dengan pendidikan agama anak sejak dini. Untuk itu, biasanya para orang tua mencari informasi seputar pesantren kilat selama Bulan Ramadhan. Selama bulan Ramadhan ini, sekolah kami berencana menyelenggarakan kegiatan Sanlat dengan kegiatan bernuansa islami seperti: hafalan Al Quran, lomba pildacil, kaligrafi, nonton bareng kisah-kisah nabi, pembagian takjil menjelang berbuka, dan kegiatan positif lainnya.
Sabtu, 02 April 2022
Pembiasaan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Pesantren Kilat
Perkenalkan nama saya Devinta Agung Susanto. Sering disapa dengan Pak Agung. Saat ini selain sebagai guru, saya mendapatkan amanat menjadi Kepala Sekolah di SDN 4 Sidorejo.
Selasa, 22 Maret 2022
Kemendikbud Buka Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 7 di 446 Daerah
Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi membuka pendaftaran Guru Penggerak angkatan 7. Program ini menyasar 446 kabupaten/kota di wilayah Indonesia.
Informasi rekrutmen ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbudristek melalui media sosialnya, Senin (14/3/2022).
Pendaftaran Calon Guru Penggerak (CGP) dibuka bagi guru jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Sementara itu, pendaftaran Calon Pengajar Praktik (CPP) dibuka bagi guru, guru penggerak, kepala sekolah, dan akademisi/praktisi/konsultan pendidikan.
Kriteria Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 7
1. Guru PNS maupun Non PNS baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta.
2. Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
3. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4.
4. Memiliki pengalaman minimal mengajar lima tahun.
5. Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari sepuluh tahun.
6. Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak.
7. Rekrutmen Calon Guru Penggerak angkatan 7 adalah guru jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB pada 446 wilayah kabupaten/kota yang memenuhi syarat (tercantum dalam surat rekrutmen).
8. Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat CPNS, PPG, atau kegiatan lain yang dilaksanakan secara bersamaan dengan proses rekrutmen dan pendidikan guru penggerak.
9. Tidak sedang proses rekrutmen kepala sekolah penggerah, pelatih ahli/fasilitator sekolah penggerak atau sedang menjalankan tugas sebagai kepala sekolah penggerak, pelatih ahli/fasilitator sekolah penggerak pada Program Sekolah Penggerak (PSP).
10. Tidak sedang menjadi instruktur, pelatih lapang, pengawas lapang pada Program Organisasi Penggerak (POP).
11. Tidak sedang menjadi pengajar praktik, fasilitator pada Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP).
12. Bagi calon peserta yang sedang mengikuti proses seleksi PGP angkatan 5 atau PGP angkatan 6, mohon untuk melanjutkan seleksi tersebut dan tidak mengikuti seleksi PGP angkatan 7, kecuali peserta yang sudah dinyatakan tidak lulus pada seleksi sebelumnya.
Kriteria Pendaftaran Pengajar Praktik Angkatan 7
1. Guru, guru penggerak, kepala sekolah, dan praktisi/akademisi/konsultan pendidikan yang telah menerapkan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership).
2. Mendapat izin dari pimpinan/atasan tempat bekerja. Jika merupakan praktisi/konsultan individu tidak perlu surat izin.
3. Memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi calon pengajar praktik dan bersedia mendampingi peserta selama proses pendidikan dan pendampingan selama enam bulan.
4. Tidak sedang mengikuti diklat latsar PNS, PPG, dan sebagai asesor Pendidikan Guru Penggerak atau Program Sekolah Penggerak.
5. Tidak sedang proses rekrutmen kepala sekolah penggerak, pelatih ahli/fasilitator sekolah penggerak atau sedang menjalankan tugas sebagai kepala sekolah penggerak, pelatih ahli/fasilitator sekolah penggerak pada Program Sekolah Penggerak (PSP).
6. Tidak sedang menjadi instruktur, pelatih lapang, pengawas lapang pada Program Organisasi Penggerak (POP).
7. Tidak sedang proses rekrutmen calon guru penggerak, calon fasilitator, atau sedang menjalankan tugas sebagai calon guru penggerak atau fasilitator pada Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP).
8. Bagi calon peserta yang sedang mengikuti proses seleksi CPP PGP angkatan 5 atau PGP angkatan 6, mohon untuk melanjutkan seleksi tersebut dan tidak mengikuti seleksi CPP PGP angkatan 7, kecuali peserta yang sudah dinyatakan tidak lulus pada seleksi sebelumnya.
Pendaftaran akan ditutup pada 15 April 2022 untuk Calon Guru Penggerak dan 8 April 2022 untuk Calon Pengajar Praktik. Informasi lengkap terkait Program Pendidikan Guru Penggerak dapat dilihat pada laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/.
Baca artikel detikedu, "Kemendikbud Buka Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 7 di 446 Daerah" selengkapnya https://www.detik.com/edu/sekolah/d-5982472/kemendikbud-buka-pendaftaran-guru-penggerak-angkatan-7-di-446-daerah.
Perkenalkan nama saya Devinta Agung Susanto. Sering disapa dengan Pak Agung. Saat ini selain sebagai guru, saya mendapatkan amanat menjadi Kepala Sekolah di SDN 4 Sidorejo.
Sabtu, 23 Oktober 2021
MAKNA HIDUP RUKUN DALAM PERBEDAAAN (MUPEL PPKn Bagi Siswa Kelas VI SD)
Hidup rukun dalam perbedaan dapat kita temui di mana saja, baik di rumah, sekolah maupun di masyarakat.
1. Perbedaan yang ada di rumah
contohnya: warna kesukaan, perbedaan pendapat dengan anggota keluarga, hobi, acara televisi, makanan kesukaan dan lain-lain.
2. Perbedaan yang ada di sekolah
contohnya: gaya bicara, kebiasaan sehari-hari, hobi, perbedaan pendapat, perilaku atau sikap teman, tulisan dan lain-lain.
3. Perbedaan yang ada di masyarakat
contohnya: perilaku, gaya bahasa, perbedaan ras, suku, agama, perbedaan pendapat, warna kulit, rambut, dan lain-lain.
Perbedaan tersebut bukan menjadi penghalang namun perbedaan tersebut menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Cara bijak untuk menyikapi perbedaan yang ada adalah dengan saling memahami, menghormati, saling mengerti, menjaga persatuan, dan lain-lain.
Berikut ini manfaat hidup rukun.
1. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
2. hidup damai, aman, dan nyaman.
3. Negara semakin maju dan berkembang.
4. Rakyat menjadi makmur, dan masih banyak lainnya.
Perkenalkan nama saya Devinta Agung Susanto. Sering disapa dengan Pak Agung. Saat ini selain sebagai guru, saya mendapatkan amanat menjadi Kepala Sekolah di SDN 4 Sidorejo.
